
Bias kognitif / pengaruh sosial / ekonomi perilaku
Bias kognitif / pengaruh sosial / ekonomi perilakuEfek Bandwagon
Bandwagon Effect
Sebelum mengikuti pilihan yang populer, tanyakan: "Apakah ini benar-benar bukti yang baik, atau saya hanya meniru keramaian?"
Popularitas
Kegunaan
Alias
Herd mentality / conformity effect / social proof effect / popularity effect
Domain
Psikologi sosial, ekonomi perilaku, pemasaran, politik, perilaku konsumen, pengambilan keputusan
Definisi
- Efek bandwagon adalah kecenderungan bagi orang-orang untuk mengadopsi keyakinan, perilaku, produk, atau tren sebagian karena banyak orang lain tampaknya mengadopsinya. Merriam-Webster mendefinisikannya sebagai dukungan atau adopsi yang berkembang yang disebabkan oleh persepsi bahwa sesuatu sedang menjadi populer.
Ide Inti
- Orang sering memperlakukan popularitas sebagai sinyal kebenaran, keselamatan, status, atau rasa memiliki.
- Semakin banyak orang yang tampaknya mendukung sesuatu, semakin menarik atau dapat diterima hal itu terlihat.
Cara Kerjanya
- Seseorang melihat bahwa sebuah pilihan itu populer.
- Kepopuleran menciptakan tekanan sosial atau persepsi kredibilitas.
- Orang tersebut menjadi lebih mungkin meniru mayoritas.
- Lebih banyak orang meniru perilaku tersebut dapat semakin meningkatkan visibilitas dan momentum-nya.
- Ini dapat menciptakan siklus yang memperkuat dirinya sendiri.
Contoh Penggunaan
- Seorang pengguna mengunduh aplikasi terutama karena aplikasi tersebut memiliki peringkat tinggi dan banyak orang membicarakannya, bahkan sebelum memeriksa apakah aplikasi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Contoh Terkenal
- Contoh: Eksperimen konformitas Solomon Asch, terutama studi penilaian garis dari tahun 1950-an.
- Mengapa ini sesuai dengan aturan ini: Peserta kadang-kadang memberikan jawaban yang sesuai dengan mayoritas yang salah, menunjukkan bahwa tekanan kelompok dapat memengaruhi penilaian individu bahkan ketika jawaban yang benar terlihat jelas secara visual.
- Status verifikasi: Diverifikasi sebagai eksperimen konformitas klasik. Sebaiknya dianggap sebagai bukti untuk konformitas dan pengaruh mayoritas, bukan sebagai bukti tunggal dari setiap contoh “efek ikut-ikutan” modern.
Kasus Penggunaan / Situasi Di Mana Hal Ini Berlaku
- Tren viral, mode, meme, aplikasi, game, dan tantangan online.
- Pilihan konsumen dipengaruhi oleh sinyal 'terlaris,' 'paling populer,' atau 'semua orang menggunakannya'.
- Perilaku memilih ketika orang mendukung seorang kandidat karena mereka tampak kemungkinan besar akan menang.
- Gelembung investasi atau hype pasar di mana orang membeli karena orang lain juga membeli.
- Keputusan di tempat kerja di mana orang setuju dengan pendapat yang dominan untuk menghindari menonjol.
Kapan Tidak Digunakan atau Penyalahgunaan Umum
- Jangan menggunakannya untuk menolak setiap ide populer; sesuatu bisa populer karena memang berguna atau benar.
- Jangan bingungkan dengan bukti sosial dalam semua kasus; bukti sosial bisa menjadi jalan pintas rasional ketika kerumunan memiliki informasi yang relevan.
- Jangan bingungkan dengan efek jaringan, di mana suatu produk menjadi secara objektif lebih berguna saat lebih banyak orang menggunakannya.
- Jangan menganggap orang secara pribadi percaya pada pandangan mayoritas; terkadang mereka menyesuaikan diri secara publik sementara secara pribadi tidak setuju.
Penemuan / Asal Aturan
- Diciptakan oleh: Tidak ada penemu tunggal yang dikonfirmasi untuk fenomena sosial secara umum.
- Tahun penemuan: Tidak jelas untuk konsep umum. Perlakuan ekonomi formal muncul dalam artikel Harvey Leibenstein tahun 1950 berjudul “Bandwagon, Snob, and Veblen Effects in the Theory of Consumers’ Demand.”
- Negara / konteks asal: Istilah “bandwagon” berasal dari penggunaan bahasa Inggris dalam politik dan budaya populer; istilah formal “efek bandwagon” dikembangkan dalam ekonomi dan kemudian diterapkan secara luas dalam psikologi, pemasaran, politik, dan perilaku konsumen.
Inti Praktis Singkat
- Sebelum mengikuti pilihan yang populer, tanyakan: "Apakah ini benar-benar bukti yang baik, atau saya hanya meniru keramaian?"