
Psikologi / Persepsi / Evaluasi
Psikologi / Persepsi / EvaluasiEfek Halo
Halo Effect
Satu ciri menonjol membentuk keseluruhan kesan.
Popularitas
Kegunaan
Alias
Halo kesalahan / halo bias
Domain
Psikologi, persepsi, evaluasi, manajemen
Definisi
- Efek Halo adalah sebuah kecenderungan dalam persepsi antarpribadi di mana satu sifat menonjol — baik atau buruk — memengaruhi kesan keseluruhan terhadap seseorang, sehingga satu ciri kuat memengaruhi penilaian yang tidak terkait.
Gagasan inti
- Satu ciri yang menonjol membentuk keseluruhan kesan.
- Satu fitur baik (atau buruk) menyebarkan "halo" ke penilaian lainnya.
- Ini mengubah persepsi terhadap kualitas yang tidak terkait.
Cara kerjanya
- Satu ciri yang menonjol (misalnya daya tarik, kepercayaan diri, kesan pertama yang kuat) mendominasi persepsi.
- Pengamat secara tidak sadar menyimpulkan bahwa kualitas lain yang tidak terkait juga sejalan dengannya.
- Penilaian keseluruhan menjadi bias karena satu fitur yang menonjol tersebut.
Contoh penggunaan
- Seorang kandidat yang fasih dan rapi diasumsikan kompeten di semua bidang, sementara kandidat yang lebih pendiam namun sama mampu dinilai lebih rendah — "halo" dari penampilan mempengaruhi evaluasi.
Contoh terkenal
- Contoh: Temuan klasik dalam psikologi sosial bahwa orang yang secara fisik menarik atau percaya diri sering dinilai lebih mampu dan dapat dipercaya.
- Mengapa cocok dengan aturan ini: Ini adalah kasus buku teks dari satu sifat yang memengaruhi sifat lainnya.
- Status verifikasi: Bias psikologis yang terdokumentasi dengan baik (Thorndike dan peneliti selanjutnya). Entri ini sejalan dengan entri Batch 1.
Kasus penggunaan / situasi penerapannya
- Evaluasi, perekrutan, dan penilaian.
- Branding dan kesan pertama.
- Melindungi terhadap bias persepsi.
Kapan tidak digunakan / penyalahgunaan umum
- Jangan menganggap satu sifat yang mengesankan mencerminkan kualitas keseluruhan.
- Jangan mengabaikan bahwa halo bisa negatif (satu kekurangan merusak semuanya).
- Jangan hanya mengandalkan kesan tunggal; gunakan penilaian yang terstruktur dan multi-faktor.
Asal usul aturan / gagasan
- Diciptakan oleh: Didokumentasikan oleh Edward Thorndike (istilah dipopulerkan pada 1920).
- Tahun penemuan: Awal abad ke-20.
- Negara / konteks asal: Amerika Serikat (psikologi).
Dasar bukti / penelitian
- Sudah mapan dalam penelitian psikologi sosial tentang pembentukan kesan dan bias.