
Psikologi / Sosial / Pendidikan
Psikologi / Sosial / PendidikanEfek Pelabelan
Labeling Effect
Label bukan hanya deskripsi; mereka membentuk identitas dan perilaku.
Popularitas
Kegunaan
Alias
Efek pelabelan / teori pelabelan / label yang terpenuhi sendiri
Domain
Psikologi sosial, pendidikan, sosiologi, manajemen, pengasuhan
Definisi
- Efek Pelabelan adalah kecenderungan orang untuk menyesuaikan citra diri dan perilaku mereka agar sesuai dengan label yang telah ditempelkan pada mereka.
Gagasan inti
- Label bukan hanya deskripsi; mereka membentuk identitas dan perilaku.
- Memanggil seseorang sebagai "malas," "berbakat," atau "jujur" dapat mendorong mereka untuk memenuhi atau merendahkan kata itu.
- Memilih label dengan hati-hati dapat mendorong pertumbuhan — atau diam-diam menjebak orang.
Cara kerjanya
- Sebuah label menetapkan harapan tentang siapa seseorang.
- Orang tersebut menginternalisasi label dan mengelola perilakunya agar konsisten dengan label itu.
- Orang lain juga memperlakukan mereka sesuai dengan label itu, memperkuatnya.
Contoh penggunaan
- Seorang siswa yang terus-menerus diberi tahu bahwa mereka "pekerja keras" mulai mengidentifikasi dirinya dengan usaha dan bertahan lebih lama, sementara seseorang yang diberi label "masalah" mungkin memenuhi julukan negatif tersebut.
Contoh terkenal
- Contoh: Teori pelabelan sosiologis (Howard Becker dan lain-lain) tentang bagaimana label seperti "devian" membentuk perilaku dan identitas.
- Mengapa hal ini sesuai dengan aturan ini: Diberi label dapat mengarahkan seseorang menuju peran yang dilabeli.
- Status verifikasi: Teori pelabelan berpengaruh dalam sosiologi; efeknya nyata tetapi tergantung pada konteks dan tidak bersifat deterministik.
Kasus penggunaan / situasi penerapannya
- Memberikan umpan balik yang mendorong dan berorientasi pada pertumbuhan.
- Menghindari label yang merugikan di kelas dan tim.
- Branding dan identitas dalam pemasaran.
Kapan tidak digunakan / penyalahgunaan umum
- Jangan gunakan label positif dengan tidak jujur atau sebagai tekanan.
- Jangan menganggap satu label menetapkan perilaku secara permanen.
- Jangan mengabaikan bahwa label yang merugikan dapat menstigma dan membatasi peluang.
Asal usul aturan / gagasan
- Diciptakan oleh: Berakar pada teori pelabelan sosiologis (Frank Tannenbaum, Howard Becker, Edwin Lemert).
- Tahun penemuan: Pertengahan abad ke-20.
- Negara / konteks asal: Sosiologi Amerika dan Eropa.
Dasar bukti / penelitian
- Studi dalam bidang pendidikan dan psikologi sosial menunjukkan bahwa label dapat memengaruhi konsep diri, ekspektasi, dan perilaku, yang terkait dengan ramalan yang terpenuhi sendiri.