
Teori motivasi / Psikologi humanistik
Teori motivasi / Psikologi humanistikHierarki Kebutuhan Maslow
Maslow's Hierarchy of Needs
Orang tidak berkembang dalam keadaan abstrak. Pertumbuhan, kreativitas, dan tujuan lebih mudah dipertahankan ketika keselamatan dasar, rasa memiliki, dan penghormatan tidak selalu terancam.
Popularitas
Kegunaan
Alias
Hierarki Kebutuhan Maslow / Hierarki Kebutuhan / Teori Motivasi Manusia
Domain
Psikologi, pendidikan, manajemen, pelatihan, desain produk, kebijakan sosial
Definisi
- Hierarki Kebutuhan Maslow adalah kerangka kerja motivasi yang menyusun kebutuhan manusia dari kebutuhan dasar untuk bertahan hidup dan keamanan hingga kebutuhan akan kebersamaan, harga diri, dan pertumbuhan pribadi.
- Piramida yang familiar adalah perangkat pengajaran yang muncul kemudian, bukan seluruh teori itu sendiri.
Gagasan inti
- Orang cenderung lebih dulu fokus pada kebutuhan yang lebih dasar, seperti makanan, air, istirahat, dan keamanan. Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi dengan cukup, kebutuhan psikologis dan pertumbuhan tingkat tinggi, seperti rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri, menjadi lebih penting.
- Hierarki seharusnya tidak diperlakukan sebagai tangga yang sepenuhnya kaku. Maslow sendiri menggambarkan motivasi sebagai sesuatu yang kompleks, dan ringkasan kemudian mencatat bahwa hierarki tersebut tidak dimaksudkan sebagai urutan yang sepenuhnya tetap.
Cara kerjanya
- Kebutuhan fisiologis: kebutuhan tubuh dasar seperti makanan, air, tidur, dan kelangsungan hidup fisik.
- Kebutuhan akan keselamatan: perlindungan, stabilitas, keamanan, keteraturan, dan kebebasan dari ancaman.
- Kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki: persahabatan, keluarga, keintiman, penerimaan, dan koneksi sosial.
- Kebutuhan penghargaan: harga diri, kepercayaan diri, pencapaian, pengakuan, dan penghormatan dari orang lain.
- Kebutuhan aktualisasi diri: menyadari potensi pribadi, kreativitas, makna, dan menjadi apa yang seseorang mampu menjadi.
- Model yang biasa mengatakan bahwa kebutuhan tingkat rendah lebih “prepoten,” artinya cenderung mendominasi perhatian ketika tidak terpenuhi. Namun, orang nyata mungkin mengejar beberapa kebutuhan sekaligus.
Contoh penggunaan
- Dalam manajemen tempat kerja, sebuah perusahaan mungkin terlebih dahulu memastikan gaji yang adil, kondisi kerja yang aman, dan keamanan pekerjaan sebelum mengharapkan karyawan untuk fokus secara kuat pada pengakuan, kreativitas, inovasi, atau pertumbuhan pribadi.
- Dalam desain produk, sebuah layanan harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah utama terkait keandalan dan keselamatan sebelum menekankan komunitas, status, personalisasi, atau ekspresi diri.
Contoh terkenal
- Contoh: Piramida lima tingkat adalah citra publik yang paling dikenal yang terkait dengan teori Maslow.
- Mengapa ini sesuai dengan aturan ini: Ini memampatkan kerangka kerja menjadi urutan visual yang sederhana, dengan kebutuhan dasar ditampilkan sebagai fondasi untuk pengembangan yang lebih tinggi.
- Status verifikasi: Teori Maslow itu nyata, tetapi diagram piramida yang terkenal adalah penyederhanaan populer belakangan, bukan gambar yang dibuat oleh Maslow sendiri.
Kasus penggunaan / situasi penerapannya
- Memahami motivasi dasar manusia dalam kerangka kerja yang sederhana dan mudah diingat.
- Merancang program pendidikan, pelatihan, atau dukungan karyawan.
- Memikirkan kebutuhan pelanggan dalam desain produk, layanan, atau UX.
- Merencanakan layanan sosial, program kesejahteraan, atau dukungan komunitas.
- Mendiagnosis mengapa orang mungkin kesulitan fokus pada tujuan pertumbuhan ketika kebutuhan dasar tidak stabil.
Kapan tidak digunakan / penyalahgunaan umum
- Jangan menganggapnya sebagai hukum universal bahwa setiap orang harus menyelesaikan satu tingkat sebelum mempedulikan tingkat berikutnya.
- Jangan menganggap orang yang miskin, tidak aman, atau stres tidak membutuhkan cinta, rasa hormat, makna, kreativitas, atau martabat.
- Jangan menggunakan piramida seolah-olah itu adalah diagram asli Maslow.
- Jangan menerapkannya tanpa mempertimbangkan budaya, kepribadian, tahap kehidupan, kondisi krisis, dan konteks sosial.
- Jangan menganggap “aktualisasi diri” sebagai target produktivitas sederhana; Maslow menggunakannya sebagai konsep pertumbuhan psikologis yang lebih luas.
Asal usul aturan / gagasan
- Diciptakan oleh: Abraham H. Maslow
- Tahun penemuan: 1943, pertama kali dipresentasikan dalam “A Theory of Human Motivation” di Psychological Review.
- Negara / konteks asal: Amerika Serikat; psikologi akademis, kemudian sangat terkait dengan psikologi humanistik.
Inti praktis singkat
- Sebelum meminta orang untuk berkembang, mencipta, tampil, atau merealisasikan diri, periksa apakah kebutuhan dasar mereka akan kelangsungan hidup, keamanan, rasa memiliki, dan penghormatan terpenuhi. Tetapi ingat: kebutuhan manusia saling tumpang tindih; hidup tidak selalu sesederhana piramida di kelas.