
Psikologi / Sosial / Ilmu Perilaku
Psikologi / Sosial / Ilmu PerilakuEfek "yang indah itu baik"
What-Is-Beautiful-Is-Good Effect
Daya tarik bertindak sebagai halo yang tumpah ke sifat-sifat yang tidak ada hubungannya dengannya.
Popularitas
Kegunaan
Alias
Stereotip daya tarik fisik / bias cantik-adalah-baik / efek halo kecantikan
Domain
Psikologi sosial, perekrutan, pemasaran, persepsi interpersonal, media
Definisi
- Efek "yang indah itu baik" adalah kecenderungan untuk berasumsi bahwa orang yang menarik secara fisik juga memiliki kualitas positif lain yang tidak terkait, seperti kecerdasan, kebaikan, atau kompetensi.
Gagasan inti
- Daya tarik bertindak sebagai halo yang tumpah ke sifat-sifat yang tidak ada hubungannya dengannya.
- Orang-orang menyimpulkan kebaikan batin dari penampilan luar, seringkali tanpa menyadarinya.
- Bias dapat memberikan keuntungan yang tidak adil bagi orang yang menarik dan merugikan orang lain.
Cara kerjanya
- Wajah yang menarik memicu kesan positif secara instan.
- Perasaan positif itu kemudian meluas menjadi penilaian tentang karakter dan kemampuan.
- Karena kesimpulan ini terasa intuitif, pengamat jarang mempertanyakannya.
Contoh penggunaan
- Dalam perekrutan, dua kandidat yang sama-sama memenuhi syarat dinilai berbeda karena kandidat yang lebih menarik secara tidak sadar dianggap lebih mampu dan lebih sosial.
Contoh terkenal
- Contoh: Studi Dion, Berscheid, dan Walster tahun 1972 "What Is Beautiful Is Good."
- Alasan sesuai dengan aturan ini: Peserta memberikan atribut kepribadian yang lebih diinginkan dan hasil hidup yang lebih baik kepada orang-orang menarik hanya berdasarkan foto.
- Status verifikasi: Efek ini telah banyak direplikasi, meskipun ukurannya bervariasi menurut konteks dan budaya, dan ini tidak berarti daya tarik benar-benar menyebabkan sifat-sifat tersebut.
Kasus penggunaan / situasi penerapannya
- Mengenali bias penampilan dalam proses perekrutan, penilaian, dan evaluasi.
- Merancang penilaian yang lebih adil dan terstruktur untuk mengatasinya.
- Memahami mengapa pemasaran menggunakan juru bicara yang menarik.
Kapan tidak digunakan / penyalahgunaan umum
- Jangan menganggap daya tarik sebagai bukti kompetensi atau kejujuran.
- Jangan mengasumsikan efek ini bersifat universal atau besar di setiap situasi.
- Jangan menggunakannya untuk membenarkan diskriminasi berdasarkan penampilan.
Asal usul aturan / gagasan
- Diciptakan oleh: Karen Dion, Ellen Berscheid, dan Elaine Walster.
- Tahun penciptaan: 1972.
- Negara / konteks asal: Psikologi sosial Amerika Serikat.
Dasar bukti / penelitian
- Banyak penelitian menegaskan bahwa individu yang menarik dinilai lebih baik pada sifat yang tidak terkait, sebagai contoh efek halo.
- Bias ini muncul dalam penilaian perekrutan, yudisial, dan akademik, meskipun ukuran efeknya sedang.